Minggu, 28 Agustus 2016

Makalah Pencemaran Air Sungai di Belakang Pabrik Coca Cola Rancaekek



PENCEMARAN AIR SUNGAI
DI BELAKANG PABRIK COCA COLA RANCAEKEK
MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur
Pada Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan
Dosen :Milla Listiawati, M.Pd.



 



Disusun Oleh :
Ai Hofsyah (1142080003)
Elvita Jasmine (1142080022)
Devi Ratnasari (1142080016)
Hani Husnul Khotimah (1142080030)
Hazmi Fauzi (1142080031)
Kelas A/Semester 1

PRODI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
TAHUN 2014



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat  menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita yang mulia yakni Nabi Muhammad Saw.
Adapun makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur pada mata kuliah Pengetahuan Lingkungan. Makalah ini kami buat dengan judul Pencemaran Air Sungai di Belakang Pabrik Coca Cola Rancaekek.
Tak lupa kami sampaikan terimakasih kepada kedua orang tua yang sangat kami hormati dan sayangi, rekan-rekan yang telah membantu dan mendukung dalam penulisan makalah ini. Juga kepada dosen yang  sangat kami hormati, dosen mata kuliah  Pengetahuan Lingkungan yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk membuat makalah ini, sehingga Alhamdulillah makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penyusun harapkan demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Akhir kata, semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha yang telah kami lakukan. Amin.



                                                                                            Bandung, 20 November 2014


                                                                                                            Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lingkungan tempat kita hidup sangat mempengaruhi kualitas kehidupan kita. Beberapa komponen yang sangat erat dalam kehidupan kita ialah udara yang kita hisap setiap saat dan air yang kita minum setiap hari. Udara dan air yang bersih sangat diperlukan untuk kesehatan sehingga dapat menunjang aktivitas kita untuk berkreasi dan menghasilkan hal yang positif. Tetapi sebaliknya, bila dua komponen utama tersebut tercemar, maka pencemarannya akan menimbulkan perubahan terhadap kualitas kehidupan kita. Kesehatan tubuh mulai menurun, begitu pula daya tahan tubuh terhadap infeksi penyakit.
Udara disekitar kita dewasa ini sangat peka terhadap pencemaran. Hal ini erat hubungannya dengan aktivitas manusia untuk mengejar kehidupan modern. Bermacam jenis polutan sebagai efek samping dari produk-produk yang diperlukan manusia, telah banyak mencemari air yang kita minum setiap saat. Beberapa bahan pencemaran seperti bahan mikrobiologik (bakteri, virus, parasit), bahan organik (pestisida, deterjen) dan beberapa bahan inorganik (garam, asam, logam), serta beberapa bahan kimia lainnya sudah banyak ditemukan dalam air yang kita pergunakan.
Disamping itu akibat buruk secara langsung terhadap manusia, polusi tanah dan air juga berpengaruh negatif terhadap makhluk hidup lainnya. Selain dapat menurunkan produksi tanaman, pangan, perikanan maupun peternakan, kualitas produksi komoditi tersebut juga sangat menurun, sehingga dapat melemahkan daya saing dalam era pasar bebas internasional. Dalam hubungan dengan kualitas lingkungan, logam berat biasanya hadir bersama limbah dari industri berupa hujan asam yang mengandung logam (uap beracun dari cerobong asap) dan limbah cair yang merupakan senyawa asam atau garam, logam yang dibuang di sungai atau lautan. Kedua bentuk senyawa logam biasanya merusak lingkungan karena menyebabkan kematian biota maupun hewan air dan juga tanaman.
Fenomena ini khususnya di negeri kita Indonesia sudah menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.Pencemaran di negeri kita ini seakan sudah mencapai titik jenuh dan perlu adanya tindakan preventif serta penanggulangan untuk mengatasi hal tersebut. Contohnya, di kota Bandung terdapat beberapa titik sungai yang mulai tercemar seperti di Rancaekek, Palasari dan beberapa daerah lainya dimana industri – industri telah berdiri dari mulai industri pangan hingga tekstil.
Adapun dalam makalah ini, kami akan membahas mengenai pencemaran air sungai di rancaekek yang disebabkan oleh limbah pabrik coca cola. Meskipun di rancaekek banyak sekali pabrik yang berdiri, kami hanya memilih salah satu untuk kami amati dan kami analisis yang hubunganya dengan limbah pabrik yang berasal dari pangan (dalam hal ini minuman). Hal ini perlu dipikirikan lebih lanjut mengingat pencemaran di daerah tersebut sudah terbilang cukup parah.
Hal itu banyak sekali tertuang dalam beberapa wawancara kami langsung dengan beberapa warga di sekitar pabrik coca cola tersebut yang akan kami bahas di halaman berikutnya.
Jadi jelaslah bahwa pencemaran lingkungan sangat buruk akibatnya terhadap kehidupan dibumi ini. Oleh sebab itu, pengawasan dan pencegahan pencemaran lingkungan harus selalu diupayakan demi kelestarian kehidupan di planet kita ini. 
B. Rumusan Masalah
1)      Bagaimana keadaan sungai yang dibuat oleh pabrik coca-cola di rancaekek?
2)      Apa Dampak limbah pabrik tersebut terhadap warga sekitar?
3)      Apa saja zat berbahaya yang terkandung dalam limbah pabrik tersebut?
4)      Apa saja penyakit yang dapat ditimbulkan dari limbah pabrik tersebut?
5)      Bagaimana cara menanggulangi dampak limbah tersebut?
C. Tujuan Pembahasan
1)      Untuk mengetahui keadaan sungai yang dibuat oleh pabrik coca cola di rancaekek.
2)      Untuk mengetahui dampak limbah pabrik tersebut terhadap warga sekitar.
3)      Untuk mengetahui apa saja zat berbahaya yang terkandung dalam limbah pabrik tersebut.
4)      Untuk mengetahui apa saja penyakit yang dapat ditimbulkan dari limbah pabrik tersebut.
5)      Untuk mengetahui bagaimana cara menanggulangi dampak limbah tersebut.
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Lokasi                                 
Penelitian dilaksanakan di Sungai buatan pabrik Coca Cola di Rancaekek.
2. Tanggal & waktu              
Penelitian ini dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2014 pukul 11.57 WIB – 14.00 WIB.

3. Cara pengambilan data  
Cara Pengambilan data yang digunakan adalah dengan pengambilan gambar langsung di lapangan, data secara kuantitatif yaitu penyebaran angket kepada beberapa warga sekitar sungai, wawancara narasumber dan metode pengambilan data non-lapangan atau kajian teoritis.
4. Teknik analisis data          
1. Pengambilan Gambar
Dengan memfoto beberapa objek di lapangan meliputi tempat keluarnya limbah pabrik, kondisi sungai dan sekitarnya yang akan kami lampirkan pada halaman berikutnya.
2. Penyebaran Angket
Dengan melalui beberapa pertanyaan sebagai berikut :
1.      Apakah keberadaan pabrik tersebut banyak memberikan dampak positif bagi warga?
2.      Apakah ada pertanggungjawaban dari pihak pabrik akibat dari bahayanya limbah?
3.      Pernahkah warga melakukan aksi protes terhadap pabrik karena merugikan?
4.      Pernah ada suatu penyakit yang disebabkan oleh limbah pabrik tersebut?
5.      Pernahkah terjadi banjir ke pemukiman warga akibat dari sungai yang dibuat pabrik tersebut?
6.      Apakah limbah ini seringkali menimbulkan bau tak sedap?
7.      Apakah air sungai tersebut digunakan oleh warga (mencuci atau mandi)?
8.      Pernahkah warga bersama-sama membersihkan sungai tersebut?
9.      Apakah air warga tercemari bau atau kotor akibat limbah tersebut?
10.  Pernahkah dengan adanya limbah menyebabkan kegagalan panen?
11.  Apakah anda setuju pabrik tersebut didirikan?
3. Wawancara
Mewawancarai warga sekitar ,Dengan melalui beberapa pertanyaan sebagai berikut :
1.      Apakah air sungai tersebut dipakai dalam kehidupan sehari-hari?
2.      Apakah sungai tersebut sungai alami atau buatan pabrik?
3.      Apa dampak dari adanya limbah pabrik coca cola dan sungai tersebut?
4.      Pernahkah adanya suatu penyakit akibat dari limbah pabrik tersebut?
4. Data Non-Lapangan Atau Kajian Teoritis
Data diperoleh melalui studi pustaka dan internet.



BAB II
KAJIAN TEORI


1.      Pencemaran air
 
Sumber: Skripsi Pendidikan Biologi Rini Martini, 2008
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.
        Walaupun air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, tetapi air akan dapat dengan mudah terkontaminasi oleh aktivitas manusia. Air banyak digunakan oleh manusia untuk tujuan yang bermacam-macam sehingga dengan mudah dapat tercemar. Menurut tujuan penggunaannya, kriterianya berbeda-beda. Air yang sangat kotor untuk diminum mungkin cukup bersih untuk mencuci, untuk pembangkit tenaga listrik, untuk pendingin mesin, dsb. Air yang terlalu kotor untuk berenang ternyata cukup baik untuk bersampan maupun memancing ikan, dsb.
        Pencemaran air dapat merupakan masalah,regional maupun lingkungan global, dan sangat berhubungan dengan pencemaran udara serta penggunaan lahan tanah atau daratan. Pada saat udara yang tercemar jatuh kebumi bersama air hujan, maka air tersebut sudah tercemar. Beberapa jenis bahan kimiauntuk pupuk dan pestisida pada lahan pertanian akan terbawa air ke daerah sekitarnya sehingga mencemari air pada permukaan lokasi yang bersangkutan. Pengolahan tanah yang kurang baik akan dapat menyebabkan erosi sehingga air permukaan tercemar dengan tanah endapan. Dengan demikian banyak sekali penyebab terjadinya pencemaran air ini, yang akhirnya akan bermuara ke lautan, menyebabkan pencemaran pantai dan laut sekitarnya. (Darmono, 2001:hal.28).

A. Pencemaran Mikroorganisme Dalam Air
        Berbagai kuman penyebab penyakit seperti bakteri, virus, protozoa dan parasit sering mencemari air. Kuman yang masuk kedalam air tersebut berasal dari buangan limbah rumah tangga maupun buangan dari industri peternakan, rumah sakit, tanah pertanian dan lain sebagainya. Pencemaran dari kuman penyakit ini merupakan penyebab utama terjadiya penyakit pada orang yang terinfeksi. Penyakit yang disebebkan oleh pencemaran air ini disebut Water-borne disease dan sering ditemukan pada penyakit tifus, kolera dan disentri. (Darmono, 2001:hal.29) 

B. Aspek-Aspek Biokimia Polusi Air
        Manusia terus-menerus membuang sampah organik ke dalam air sehingga menimbulkan kondisi anaerobik. Limbah yang kurang mendapat perlakuan yang berasal dari pabrik kertas, bubur kayu, kulit, dan sebagainya merupakan contoh yang terus ada. Karena konsekuensi pembuangan limbah itu kekurangan oksigen para ilmuwan menentukan patokan pengujian persyaratan kandungan oksigen dalam limbah. Jika hasil pengujian limbah dibandingkan dengan mutu air yang akan menerima limbah itu, maka kita dapat mempertimbangkan apakah air itu dapat mengolah limbah itu tanpa mengakibatkan oksigen yang berarti. Cara pengujian ini dinamakan pengujian permintaan oksigen biokimia (BOD, biochemical oxygen demand test). Pengujian BOD yang dapat diterima ialah pengukuran jumlah oksigen yang akan dihabiskan dalam waktu 5 hari oleh organisme pengurai aerobik dalam suatu volume limbah pada suhu 20˚C. Hasilnya dinyatakan dalam bpj (ppm). Jadi BOD sebesar 200 ppm berarti bahwa 200 mg oksigen akan dihabiskan oleh contoh limbah sebanyak 1 liter dalam waktu 5 hari pada suhu 20˚C.
        Pengujian dilakukan dengan mengencerkan suatu contoh dengan beroksigen banyak kemudin segera ditentukan oksigen terlarutnya. Sebagian larutan ditempatkan diruang gelap pada suhu 20˚C untuk 5 hari dan kemudian ditentu-kan lagi oksigen terlarutnya. Permintaan oksigen biokimianya, BOD, dihitung dari selisih antara kedua hitungan diatas.
Setiap negara perlu menentukan sendiri standar untuk BOD, airnya. Di Inggris misalnya diketahui sebagai berikut:
Daftar 5.5. standar BOD untuk Penentuan Kualitas Air
Kondisi Umum Air
BOD
Sangat bersih
1 ppm
Bersih
2 ppm
Agak bersih
3 ppm
Diragukan kebersihannya
4 ppm
Tidak bersih
5 ppm
     Air limbah kota yang belum diolah mempuyai BOD sekitar 600 ppm. Perlakuan pertama akan menurunkan sampai 300 ppm, perlakuan kedua akan menurunkan sampai tinggal 10%. Limbah ini masih mengandung fosfor dan nitrogen sehingga jika tidak dilakukan perlakuan ketiga terhadap limbah, maka ganggang akan tumbuh subur dalam limbah ini dan menaikkan lagi BOD-nya.
        Pernahkah anda melihat busa deterjen di atas permukaan air sungai? Busa ini tidaklah berbahaya tapi kandungan deterjen dalam air mungkin sudah cukup untuk membunuh berbagai organisme yang ada.
        Deterjen ini merupakan bahan sintetis dan terbagi dalam dua kelompok, deterjen anionik dan kationik. Untuk deterjen rumah tagga digunakan deterjen yang pertama. Telah dikenal dua macam deterjen anionik, yakni alkil sulfonat lllinear dan alkil benzana sulfonat. Macam pertama adalah deterjen lunak dan dapat mengalami biodegradasi, macam kedua ialah deterjen keras dan melawan aksi bakteri.
        Deterjen ini berbahaya bagi ikan biarpun konsentrasinya kecil. Misalnya natrium dodesil benzena sulfonat dapat merusak insang ikan, biarpun hanya 5 ppm. Kotoran kita yang belum diolah dapat mengandung sampai 10 ppm deterjen. Juga tanaman air dapat menderita jika kadar deterjen tinggi. Kemampuan fotosintesis dapat terhenti.
        Ikan masih dapat bertahan selama sebulan jika deterjen mencapai 3 ppm. tetapi bagi organisme yang menjadi makanan ikan hal ini sudah berbahaya.
       Untuk air minum mungkin masih dapat diterima sampai 1 ppm. Jika deterjen lunak ini digunakan, maka deterjen ini akan terurai sehingga tidak sampai kerumah. Deterjen keras tidak mengurai dapat menembus tanah dan sampai di air minum penduduk. Deterjen ini berasal dari sistem septik, karena itu baiknya deterjen keras tidak digunakan dan diganti dengan deterjen lunak. Biarpun demikian eutrofikasi tetap berlangsung. Jika deterjen terurai maka nutrien tanaman akan dibebaskan.
        Untuk mengurangi masalah lingkungan, banyak ibu rumah tangga tidak menggunakan deterjen tetapi sabun untuk mencuci pakaian. Tetapi sabun juga merupakan racun bagi ikan. Terutama jika kesadaan air juga tinggi. Sabun mudah diuraikan oleh bakteri. Hasil uraiannya bagi tanaman tidak berapa bergizi dibanding dengan hasil uraian deterjen. (A. Tresna Sastrawijaya, 2009:hal.120-122).

C. Limbah Nondomestik
Limbah Nondomestik sangat bervariasi terlebih-lebih untuk limbah industri. Limbah pertanian biasanya terdiri dari bahan padat bekas tanaman yang bersifat organis bahan pemberantas hama dan penyakit (pestisida) bahan pupuk yang mengandung nitrogen ,fospor, sulfur , mineral (KCA) dan sebagainya .
Air buangan dari PLTU yang sangat panas dapat merusak ekosistem dalam air. Hidup perikana dan peternakan pada umumnya berupa hasil samping sistem pengelolaan di perikanan dan peternakan tersebut dan dari ternaknya sendiri .

D. Parameter Untuk Menentukan Kualitas Air

·         DO (Dissolved Oxygen)

DO adalah oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigen diperlukan oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme seperti bakteri.

Lalu apakah penyebab bau busuk dari air yang tercemar? Bau busuk ini berasal dari gas NH3 dan H2S yang merupakan hasil proses penguraian bahan organik lanjutan oleh bakteri anaerob.

·         BOD (Biochemical Oxygen Demand)

BOD artinya kebutuhan oksigen biokimia yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi oksidasi oleh bakteri. Sehingga makin banyak bahan organik dalam air, makin besar BOD nya sedangkan DO akan makin rendah.

·         COD (Chemical Oxygen Demand)

COD sama dengan BOD, yang menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi kimia oleh bakteri. Pengujian COD pada air limbah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pengujian BOD. Pengujian COD sanggup menguji air limbah industri yang beracun yang tidak dapat diuji dengan BOD karena bakteri akan mati. Selain itu waktu pengujian COD lebih singkat, kurang lebih hanya 3 jam.

·         Jumlah total Zat terlarut

Air alam mengandung zat padat terlarut yang berasal dari mineral dan garam-garam yang terlarut ketika air mengalir di bawah atau di permukaan tanah. Apabila airdi -cemari oleh limbah yang berasal dari industri pertambangan dan pertanian, kandungan zat padat tersebut akan meningkat. Jumlah zat padat terlarut ini dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran air. Selain jumlah, jenis zat pencemar juga menentukan tingkat pencemaran. Air yang bersih adalah jika tingkat DO nya tinggi, sedangkan BOD dan zat padat terlarutnya rendah.

E. Bahaya dari Pencemaran Air
Bibit- bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk penguraiannya. Jika O2 kurang, penguraiannya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain- lain dapat merusak organ tubuh manusia atau dapatmenyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk ke laut.
Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara. Bahan- bahan yang berbahaya masuk ke laut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang- kerangan  yang mungin mengandung zat- zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tercemar oleh yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai, atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh efek keracunan dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang oleh sebuah industri ke teluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Banyak akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, diantaranya:
  1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen
  2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air
  3. Pendangkalan dasar perairan
  4. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
  5. Dalam jangka panjang mengakibatkan kanker dan kelahiran cacat
  6. Akibat penggunaan pestisida yang berlebihan selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk yang berguna terutama predator
  7. Kematian biota kuno, seperti plankton, ikan bahkan burung
  8. Dapat mengakibatkan mutasi sel kanker dan leukemia
F. Proses Pengolahan Air Buangan untuk Mengatasi Pencemaran
Untuk limbah industri upaya penanggulangan pencemaran air dengan cara mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam, kemudian dibersihkan, baik secara mekanis (pengadukan), kimiawi (diberi zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri, ganggang atau tumbuhan air lainnya). Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Menurut Hidayat (2008:15) “agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip pengendalian limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution prevention) serta setelah proses produksi (end-pipe pollution prevention)”.
Tujuan utama pengolahan air limbah adalah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi lima tahap antara lain:
(1)   Pengolahan Awal (Pretreatment)
Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah.
(2)   Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)
Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung.
(3)   Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
Pengolahan tahap kedua  untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa.
(4)   Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)
Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga antara lain:
(a) Pengendapan yaitu cara kimia penambahan kapur atau metal hidroksida untuk mengendapkan Fosfor.
(b) Adsorbsi yaitu menghilangkan bahan-bahan organik terlarut, berwarna atau bau.
(c) Elektrodialisis yaitu menurunkan konsentrasi garam-garam terlarut dengan menggunakan tenaga listrik.
(d) Osmosis yaitu mengurangi kandungan garam-garam organik mineral dari air.
(e) Klorinas, yaitu menghilangkan organisme penyebab penyakit.
(5)   Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)
Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, dan vacuum filtration.
Dengan demikian, air yang boleh dialirkan keluar (selokan, sungai, dan lain-lain) hanyalah air yang tidak tercemar. Air hasil tersebut sudah dapat dipakai kembali untuk keperluan sehari-hari.

G. Usaha- Usaha untuk Mencegah dan Mengatasi Pencemaran Air
Pengenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob, jadi air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam waktu yang lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk. Oleh karena itu banyak usaha untuk menjaga agar air tanah tetap bersih, misalnya:
  1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah pemukiman atau perumahan
  2. Pembuangan limbah industri diatur sehinga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem
  3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis- jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran
  4. Memperluas gerakan penghijauan
  5. Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
  6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungannya
  7. Melakukan intensifikasi pertanian
 

2.      Limbah Industri