Jumat, 19 Juni 2015

Makalah Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Individu I

MAKALAH


PROSES PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN INDIVIDU I
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur Pada Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik
Dosen :
Dra. Yuyun Yulianingsih, M.P.d.
  





Disusun Oleh :
Hazmi Fauzi (1142080031)
Semester 2 A

PRODI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2015





1.      Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
1.1 Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan fisik secara kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis Sebagai hasil proses pematangan fungsi dalam perjalanan waktu tertentu. Pertumbuhan dapat pula diartikan Sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadan jasmaniah) ke dalam bentuk proses aktif berkesinambungan.
Pengertian pertumbuhan (growth) adalah berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound) ukuran panjang (cm , inchi) umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Berikut pengertian pertumbuhan menurut beberapa ahli:
·         Wong, pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah dan besarnya sel di seluruh tubuh secara kuantitatif dan bisa diukur.
·         Fiktor Ferdinand dan Moekti Ariwibowo, Pertumbuhan adalah pertambahan volume, massa, tinggi, atau ukuran lainnya yang bisa dinyatakan dalam bilangan atau secara kuantitatif.
·         Mokhammad Ismail, pertumbuhan adalah peningkatan volume, massa, tinggi, panjang yang prosesnya dihasilkan dari pembelahan dan pembesaran sel, proses tersebut tidak dapat dikembalikan ke keadaan semula.
·         Diah Aryulina, pertumbuhan adalah suatu perubahan yang terjadi pada makhluk hidup yang mencakup pertambahan ukuran tubuh.
·         kartono, pertumbuhan adalah perubahan secara fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada waktu tertentu.
·         Oman Karmana, pertumbuhan adalah proses bertambahnya jumlah protoplasma sel pada suatu organsime yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat, can jumlah sel yang bersifat tidak kembali pada keadaan sebelumnya.
·         Wismoady Wahono, pertumbuhan adalah proses meliputi pertambahan dalam jumlah dan ukuran, keluasan dan kedalaman, serta saling keterhubungan dan kompleksitas.
·         Mikrajuddi, pertumbuhan adalah perubahan biologis pada makhluk hidup berupa perubahan ukuran bersifat irreversible.
·         Crow and Crow, pertumbuhan adalah perubahan struktural dan fungsional dalam pembentukan seseorang secara jasmani mulai janin dalam kandungan, lahir, dan kemudian sampai dewasa.
1.2 Pengertian Perkembangan
Pada dasarnya, perkembangan merujuk kepada perubahan sistematik tentang fungsi-fungsi fisik dan psikis. Perubahan fisik meliputi perkembangan biologis dasar Sebagai hasil dari konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma), dan hasil dari interaksi proses biologis dan genetika dengan lingkungan. Sementara perubahan psikis menyangkut keseluruhan karakteristik psikologis individu, seperti perkembangan kognitif, emosi, sosial, dan moral.
Berikut beberapa pengertian perkembangan menurut beberapa ahli:
·         E.B Harlock, perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman dan terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
·         Akhmad Sudrajat, perkembangan adalah perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayat termasuk dengan perubahan-perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematanganya.
·         MCleod, perkembangan adalah proses atau tahapan pertumbuhan key arah lebih maju.
·         Santrok Yessin, perkembangan adalah pola perkembangan individu yang berawal pada konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi.
·         Dr. Siti Aminah Soepalarto, perkembangan adalah suatu proses yang berlangsung sejak lahir dan sesudahnya, dimana badan, otak, kemampuan, dan tingkah lakunya pada usia diri, anak-anak, dan dewasa menjadi lebih kompleks dan berlanjut dengan kematangan sepanjang hidup.
·         Fictionary of Psychology dan The Penguin Dictionary of Psycologhy perkembangan adalah tahapan-tapahan perubahan yang progresif dan terjadi dalam rentang  kehidupan manusia dan organisme lain tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam organisme- organisme tersebut.
·         Kasiram, perkembangan adalah adanya pemunculan sifat-sifat yang baru dan berbeda dari sebelumnya.
Perkembangan dapat diartikan Sebagai proses perubahan kuantitatif dan kualitatif individu dalam tentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi, masa bayi, masa kanak-kanak, masa anak, masa remaja, sampai masa dewasa. Perkembangan dapat diartikan juga sebagai “suatu proses perubahan dalam diri individu atau organisme, baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan.”

2.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
2.1 Faktor Genetika
A.      Bakat Atau Pembawaan
Anak dilahirkan dengan membawa bakat-bakat tetentu. Bakat ini dapat diumpamakan Sebagai bibit kesanggupan atau bibit kemungkinan yang terkandung dalam diri anak. Setiap individu memiliki  bermacam-macam bakat Sebagai pembawaanya, seperti bakat musik, seni, agama, akal yang tajam dan sebagainya. Anak yang mempunyai bakat musik misalnya, niscaya minat dan perhatianya akan sangat besar terhadap musik. Ia akan mudah mempelajarinya, mudah mencapai kecakapan-kecakapan yang berhubungan dengan musik. Ia dapat mencapai kemajuan dalam bidang musik, bahkan mungkin mencapai prestasi luar biasa.
B.      Sifat-Sifat Keturunan
Sifat-sifat keturunan yang individu dipusakai dari orangtua atau nenek moyang dapat berupa fisik dan mental. Mengenai fisik misalnya bentuk muka (hidung), bentuk badan, suatu penyakit. Sedangkan mengenai mental misalnya sifat pemalas, sifat pemarah, pendiam dan sebagainya. Dengan demikian jelaslah bahwa sifat-sifat keturunan itu menentukan perkembangan seseorang.
Meskipun demikian karena sifat-sifat keturunan seumpama bibit, yang tumbuhnya dapat dipengaruhi dan dipupuk ke arah yang baik atau yang buruk, maka ini berarti bahwa pendidikan dan lingkungan dapat menghambat tumbuhnya sifar-sifat buruk dan mengembangkan sifat-sifat yang baik.
C.      Dorongan dan Instink
Dorongan adalah kodrat hidup yang mendorong manusia melaksanakan sesuatu atau bertindak pada saatnya. Sedangkan instink atau naluri adalah kesanggupan atau ilmu tersembunyi yang menyuruh membisikan kepada manusia bagaimana cara-cara melaksanakan dorongan batin. Dengan perkataan lain, istink adalah suatu sifat yang dapat menimbulkan perbuatan yang menyampaikan pada tujuan tanpa didahului dengan latihan. Jenis-jenis tingkah laku manusia yang digolongkan instink ini ialah :
a.      Melarikan Diri  Karena Perasan Takut
b.      Menolak Karena Jijik
c.       Ingin Tahu Karena Menakjubkan Sesuatu
d.      Melawan Karena Kemarahan
e.      Merendahkan Diri Karena Perasaan Mengabdi
f.        Menonjolkan Diri Karena Adanya Harga Diri
g.      Orangtua Karena Perasaan Halus Budi
h.      Berkelamin Karena Keinginan Mengadakan Reproduksi
i.        Berkumpul Karena Keinginan Untuk Mendapatkan Sesuatu Yang Baru
j.        Mencapai Sesuatu Karena Ingin Bergaul
k.       Membangun Sesuatu Karena Mendapatkan Kemajuan

2.2 Faktor Lingkungan
1. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga dipandang Sebago faktor penentu utama terhadap perkembangan anak. Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
“Tiap bayi lahir dalam keadaan fitrah (suci). Orang tuanyalah yang membuat ia jadi yahudi (jika mereka yahudi), Nasrani (jika mereka Nasrani), atau majusi (jika mereka majusi). Seperti binatang yang lahir sempurna, adakah engkau melihat mereka terluka saat lahir” (Aliah B. Purwakania Hasan, 2006).
Alasan tentang pentingnya peranan keluarga bagi perkembangan anak, adalah: (a) keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang menjadi pusat identifikasi anak; (b)  keluarga merupakan lingkungan pertama yang mengenalkan nilai-nilai kehidupan kepada anak; (c) orang tua dan anggota keluarga lainnya merupakan “significant people” bagi perkembangan kepribadian anak; (d) keluarga Sebagai institusi yang memfasilitasi kebutuhan dasar insani (manusiawi), baik yang bersifat fisik-biologis, maupun sosio-psikologis; dan (e) anak banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarganya.
2.      Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan pogram bimbingan, pengajaran, dan atau pelatihan dalam rangka membantu para siswa agar mampu mengembangkan potensinya secara optimal. Baik yang menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional, sosial mapun fisik-motoriknya.
Beberapa faktor lingkungan sekolah yang berkontribusi positif terhadap perkembangan siswa atau anak di antaranya:
a.      Kejelasan visi, misi, dan tujuan yang akan dicapai.
b.      Pengelolaan atau manjerial yang profesional.
c.       Para personel sekolah memiliki komitmen yang tinggi terhadap visi, misi dan tujuan sekolah.
d.      Para personel sekolah memiliki semangat kerja yan tinggi.
e.      Para guru memiliki kemampuan akademik dan profesional yang memadai.

3.      Kelompok Teman Sebaya
Kelompok teman sebaya Sebagai lingkungan sosial bagi anak mempunyai peranan yang cukup penting bagi perkembangan dirinya. Melalui kelompok sebaya, anak dapat memenuhi kebutuhannya untuk  belajar berinteraksi sosial (berkomunikasi dan bekerja sama), belajar menyatakan pendapat dan perasaan, belajar merespons atau menerima pendapat dan perasaan orang lain, belajar tentang norma-norma kelompok, dan memperoleh pengakuan dan penerimaan sosial.
Pengaruh kelompok teman sebaya terhadap anak bisa positif atau negatif. berpengaruh positif, apabila para anggota kelompok itu memiliki sikap dan perilakunya positif, atau  berakhlak mulia. Sementara yang negatif, apabila para anggota kelompoknya berperilaku menyimpang, kurang memiliki tatakrama atau berakhlak buruk.

4.      Media Massa
Salah satu media masa yang dewasa ini sangat menarik perhatian warga masyarakat, khususnya anak-anak adalah televisi. Televisi Sebagai media massa elektronik mempunyai misi untuk memberikan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada para pemirsanya. Dilihat dari sisi ini televisi bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat (termasuk anak-anak), karena melalui berbagai tayangan yang disajiikannya mereka memperoleh (a) berbagai informasi yang dapat memperluas wawasan pengetahuan tentang berbagai aspek kehidupan; (b) hiburan, baik yang berupa film maupun musik; dan (c) pendidikan baik yang bersifat umum maupun agama.

3.      Pola Perkembangan
Perkembangan terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahap perkembangan merupakan hasil perkembangan tahap sebelumnya, dan merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya. Menurut Yelon dan Weinstein (1977) pola perkembangan itu sebagai berikut.
a.      Cephalocaudal (perkembangan itu dimulai dari kepala ke kaki, artinya yang matang duluan itu adalah bagian atas kemudian ke bagian bawah. dan tidak mungkin terbalik), dan proximodistal (perkembangan itu bergerak dari tengah: seperti paru-paru dan jantung, ke pinggir: tangan).
b.      Struktur mendahului fungsi, yang berarti bahwa anggota tubuh individu akan berfungsi setelah matang strukturnya. Seperti mata dapat melihat setelah otot-ototnya matang.
c.       Perkembangan itu berdiferensiasi, yang berarti bahwa perkembangan fisik maupun psikis berlangsung dari umum ke khusus (spesifik). Contoh: (1) bayi menendang-nendangkan kakinya secara sembarangan sebelum dia dapat mengordinasikanya untuk merangkak atau berjalan, (2) bayi melihat benda-benda yang lebih besar sebelum dia dapat melihat benda-benda kecil. (3) Bayi meraban (mengoceh) sebelum dapat mengucapkan kata-kata yang berarti; dan (4) bayi menunjukkan rasa takut yang umum terhadap semua orang atau benda yang asing baginya, kemudian, lambat laun rasa takutnya menjadi lebih tertuju kepada hal-hal tertentu.
d.      Perkembangan berlangsung dari kongkret ke abstrak, yang berarti bahwa perkembangan itu berproses dari kemampuan berfikir kongkret (objeknya tampak) menuju ke abstrak (objeknya tak tampak).
e.      Perkembangan berlangsung dari egosentrisme ke perspektifisme, yang berarti bahwa pada mulanya seorang anak hanya memperhatikan dirinya sebagai pusat, atau hanya mementingkan keinginan,kebutuhan dirinya sendiri. Melalui pengalamanya bergaul dengan orang lain (khususnya teman sebaya), sikap egosentris itu secara perlahan-lahan berubah menjadi perspektifis (anak sudah mulai memerhatikan kepentingan orang lain).
f.        Perkembangan berlangsung dari out control ke iner control yang berarti bahwa pada awalnya anak sangat tergantung pada pengawasan atau bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhan atau untuk melakukan kegiatan yang terkait dengan kedisiplinan. Seiring dengan bertambahnya pengalaman dan belajar dari pergaulan sosial tentang norma atau nilai-nilai, baik di lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat , anak dapat mengembangkan kemampuanya untuk mengontrol tindakan atau perilakunya oleh dirinya sendiri(iner control).
Pola perkembangan individu ini dapat pula berlangsung dari keadaan atau kondisi yang lemah (seperti masa bayi), kemudian berkembang menjadi kuat (masa remaja dan dewasa awal), dan selanjutnya kembali lagi ke kondisi lemah (masa pikun atau usia lanjut). Perubahan pola perkembangan ini di jelaskan dalam Al-Quran, Surat Ar-Rum ayat 54, yang artinya sebagai berikut :
“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sedudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang di kehendaki-Nya dan Dia lah yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.





DAFTAR PUSTAKA

Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Yusuf L.N, Syamsu dan Nani M. Sugandhi. 2012. Perkembangan Peserta Didik. Depok: Raja
         Grafindo Persada.

Suhada, Idad dan Heri Gunawan. 2013. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Insan Mandiri.


http://dilihatya.com/2046/pengertian-pertumbuhan-menurut-para-ahli

0 komentar:

Posting Komentar