Kamis, 18 Juni 2015

Makalah Perbedaan Karakteristik Individu


MAKALAH
PERBEDAAN KARAKTERISTIK INDIVIDU
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur Pada Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik
Dosen :
Dra. Yuyun Yulianingsih, M.P.d.




Disusun Oleh :
Hazmi Fauzi (1142080031)
Semester 2 A




PRODI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2015




1.      Pengertian Individu Sebagai Kesatuan Berbagai Karakteristik
Individu merupakan bagian terkecil dan merupakan awal dari terbentuknya suatu tatanan kelompok atau yang biasa disebut dengan masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Kata ”Individu” berasal dari kata latin, ”Individuum” artinya ”Yang Tidak Terbagi”. Maksud dari ”yang tidak terbagi” di sini adalah bukan manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Jadi, Individu adalahSeorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan dalam lingkungan sosial saja, melainkan memiliki kepribadian dan pola tingkah laku yang khas.
Berkaitan antara individu dengan individu lainnya, suatu individu dapat dikatakan sebagai manusia apabila pola tingkah lakunya hampir identik atau sama dengan pola tingkah laku kelompok sosialnya sehingga muncullah sebuah proses individualitas atau aktualisasi diri. Proses individualitas ini merupakan sebuah proses yang dapat meningkatkan ciri-ciri individualitas seseorang sampai pada dirinya sendiri. Oleh karena itu, individu merupakan pribadi yang khas menurut corak kepribadiannya atau pola tingkah lakunya. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi Raga, Rasa, Rasio, dan Rukun.
  • Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.  
  • Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan 
  • Rasio, atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera. 
  • Rukun atau Pergaulan Hidup, bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat.  
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.
Pandangan bahwa manusia sebagai individu merupakan satu kesatuan dari aspek fisik atau jasmani dan psikis atau rohani atau jiwa yang tidak dapat dipisahkan. Sesungguhnya sudah berkembang pada pemikiran (para filsuf klasik sejak masih zaman yunani kuno. Mereka berpandangan bahwa bagian fisik atau jasmani merupakan aspak indidvidu yang bersifat kasat mata, konkret, dapat diamait, dan tidak kekal, sedangkan aspek psikis, rohani atau jiwa merupakan aspek individu yang sifatnya abstrak, immaterial, tidak dapat diamati, dan kekal.
Para filsuf klasik itu kemudian menegembangkan perenunganya dan sampai pada kesimpiulan bahwa jiwa itu dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Plato (427-347 SM) sebagai filsuf yang amat tersohor membagi jiwa menjadi tiga aspek kekuatan yaitu:
1.      Pikir atau kognisi yang berlokasi di kepala
2.      Kehendak yang berlokasi di dada
3.      Keinginan yang berlokasi di perut
Pembagian jiwa oleh plato ke dalam tiga aspek ini kemudian dikenal dengan istilah pendekatan trikotomi( tiga dalam satu). Pandangan plato ini dnegan konsep trikotominya itu kemudian diikuti oleh para filsuf terkenal lainya, di antaranya adalah jean jaques rosseau ( Prancis, 1712-1778) J.N Tetens ( Jerman, 1736- 1805) dan Immanuel kant ( Jerman, 1724-1804).

2.      Gejala-Gejala Yang Terjadi Pada Berbagai Aspek Diri Individu
Dalam diri manusia terdapat kedua aspek yang tidak dapat dipisahkan, yakni aspek jasmani dan rohani.Hal itu dapat memberikan gejala-gejala sebagai gambaran perkembangan tersebut. Gejala-gejala tersebut diantaranya :
1.      Aspek jasmani atau Fisik
a.       Pertumbuhan payudara pada wanita
b.      Lekum pada remaja pria
c.       Kulit yang makin halus pada wanita
d.      Otot yang makin kasar dan kekar pada pria

2.      Aspek Intelek
a.       Perubahan secara kuantitatif dan kualitatif mengenai kemampuan anak dalam mengatasi berbagai masalah.
b.      Semakin berkurangnya berpikir kongkret dan berkembangnya berpikir gaya abstrak.
c.       Semakin berkembangnya kemampuan memecahkan masalah yang bersifat hipotesis.

3.      Aspek Emosi
a.       Ketidakstabilan emosi pada anak remaja
b.      Mudahnya menunjukkan sikap emosional pada remaja
c.       Semakin mampu mengendalikan diri.

4.      Aspek Sosial
a.       Semakin berkembangnya sifat toleran, empati, memahami dan menerima pendapat orang lain.
b.      Semakin santun dalam menyampaikan pendapat
c.       Suka menolong
d.      Kesediaan menerima sesuatu yang dibutuhkan dengan orang lain
e.       Besikap hormat, sopan, ramah dan menghargai orang lain
f.       Adanya keinginan untuk selalu bergaul dengan orang lain

5.      Aspek Bahasa
a.       Bertambahnya pembendaharaan kata
b.      Kemahiran dan kelancaran dalam menggunakan bahasa
c.       Dapat memformulasikan bahasa secara baik dan benar untuk menjabarkan suatu ide dan meringkas ide dalam deskripsi singkat.

6.      Aspek Bakat Khusus
Bakat merupakan kemampuan tertentu atau khusus yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik.Di dalam definisi bakat yang dikemukakan Guilford mencakup tiga dimensi, yaitu dimensi perceptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual.Ketiga dimensi itu menggambarkan bahwa bakat tersebut mencakup kemampuan dalam pengindraan, ketepatan dan kecepatan menangkap makna, kecepatan dan ketepatan bertindak, serta kemampuan berpikir inteligen.
7.      Aspek Nilai, Moral, dan sikap
a.       Pandangan hidup semakin jelas dan tegas
b.      Memahami hal yang baik dan buruk serta tindakan yang boleh atau tidak boleh dilakukan.
c.       Menghargai dan menaati serta menerapkan nilai dan norma.
d.      Menentang kebiasaan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

3.      Perbedaan Karakteristik Individual
Setiap anak adalah unik. Ketika kita memperhatikan anak-anak di dalam ruangan kelas, kita akan melihat perbedaan individual yang sangat banyak. Bahkan anak-anak dengan latar belakang usia hampir sama, akan  memperlihatkan penampilan, kemampuan temperamen, minat  dan sikap yang sangat beragam.
Dalam kajian psikologi, masalah individu mendapat perhatian yang besar, sehingga melahirkan suatu cabang psikologi yang dikenla dengan individual psychology, atau differential psychology, yang memberikan perhatian besar terhadap penelitian tentang perbedaan antar individu. Ini didasarkan atas kenyataan bahwa di dunia ini tidak ada dua orang yang persis sama. Bahkan anak kembar sekali pun masih ditemukan adanya beberapa dimensi perbedaan diantara keduanya.
Secara umum, perbedaan individual terbagi kedalam dua bagian, yakni perbedaan secara vertical dan perbendaan secara horizontal.Perbedaan vertical adalah perbedaan individu dalam aspek jasmaniah.Sedangkan perbedaan horizontal adalah perbedaan individu dalam aspek mental. Berikut akan dijelaskan beberapa aspek perbedaan individual tersebut.

1.      Perbedaan Fisik Motorik
Kecakapan motorik atau kemampuan psikomotorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja syaraf motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat (otak) untuk melakukan kegiatan. Kegiatan ini terjadi karena kegiatan kerja syaraf yang sistematis. Alat indra menerima rangsangan, rangsangan tersebut diteruskan melalui syaraf sensoris ke syaraf pusat (otak) untuk diolah, dan hasilnya dibawa oleh syaraf motorik untuk memberikan reaksi dalam bentuk gerakan- gerakan  atau kegiatan. Dengan demikian ketepatan kerja jaringan syaraf  akan menghasilkan suatu bentuk kegiatan yang tepat (sesuai antara rangsangan dan responnya). Kerja ini akan menggambarkan tingkat kecakapan motorik.
Syaraf pusat (otak) yang melaksanakan fungsi sentral dalam proses berfikir merupakan faktor penting dalam koordinasi kecakapan motorik. Ketidaktepatan dalam pembentukan persepsi dan penyampaian perintah akan menyebabkan kekeliruan respon atau kegiatan yang kurang sesuai dengan  tujuan.
Bertambahnya umur seseorang mengindikasikan adanya kematangan. Hal ini akan menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam berbagai hal, seperti kekuatan untuk mempertahankan perhatian, koordinasi  otot, kecepatan berpenampilan, keajegan untuk mengontrol, dan resisten terhadap kelelahan. Sehingga semakin bertambahnya usia  seseorang akan menunjukkan kecakapan motorik yang makin tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik  dipengaruhi oleh kematangan fisik dan tingkat kemampuan berfikir. Karena kematangan fisik dan kemampuan berfikir setiap individu berbeda sehingga kecakapan motorik setiap individu akan berbeda pula.

2.      Perbedaan inteligensi
Inteligensi adalah salah satu kemampuan mental pikiran atau intelektual dan merupakan bagian dari proses-proses kognitif pada tingkatan yang lebih tinggi.Secara umum inteligensi dapat dipahami sebagai kemampuan untuk beadaptasi dengan situasi yang baru secara cepat dan efektif, kemampuan untuk menggunakan konsep yang abstrak secara efektif, dan kemampuan untuk memahami hubungan dan mempelajarinya dengan cepat.
Dalam proses pendidikan di sekolah, inteligensi diyakini sebagai unusr penting yang sangat menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Namun inteligensi merupakan salah satu asek perbedaan individual yang perlu dicermati.Setiap peserta didik memiliki inteligensi yang berlainan.Ada anak yang memiliki inteligensi tinggi, sedang dan rendah. Untuk mengetahui tinggi rendahnya inteigensi peserta didik, para ahli telah mengembangkan instrumen yang dikenal dengan “tes inteligensi”, yang kemudian lebih popular dengan istilah intelligence quotient, disingkat IQ. Berdasarkan hasil tesi inteligensi ini, peserta didik dapat diklasfikasikan sebagai :
Anak Genius
IQ di atas 140
Anak Pintar
110-140
Anak normal
90-110
Anak Kurang Pintar
70-90
Anak Debil
50-70
Anak Dungu
30-50
Anak Idiot
IQ di bawah 30

3.      Perbedaan Kecakapan Bahasa
Bahasa adalah salah satu kemampuan individu yang penting sekali dalam kehidupannya. Kemampuam berbahasa merupakan kemampuan individu untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang bermakna, logis, dan sistematis. Kemampuan berbahasa setiap individu berbeda. Kemampuan ini sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan termasuk faktor fisik (organ untuk bicara).
4.      Perbedaan Psikologis
Perbedaan individual peserta didik juga terlihat dari aspek psikologisnya. Ada anak yang mudah tersenyum, ada anak yang mudah marah, ada anak yang berjiwa social, ada yang sangat egositis, ada yang cengeng, ada yang bermalas, ada yang rajin, ada yang pemurung, dan sebagainya.
Dalam proses pendidikan di sekolah, perbedaan apek sikologis ini sering menjadi persoalan, terutama aspek psikologis yang menyangkut masalah minat, motivasi dan perhatian peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru. Dalam penyajian suatu materi pelajaran guru sering menghadapi kenyataan betapa tidak semua peserta didik yang mampu menerapkanya dengan baik. Realitas ini mungkin disebabkan oleh cara penyampaian guru yang kurang tepat atau menarik, dan mungkin pula disebabkan oleh faktor psikologis peserta didik kurang memperhatikan. Secara fisik mungkin terllihat bahwa perhatian peserta didik terarah pada pembicaraan guru.Namun secara psikologis, pandangan mata atau kondisi tubuh mereka yang terlihat duduk dengan rapi dan tenang belum dapat dipastikan bahwa mereka memperhatikan semua penjelasan guru. Bisa saja pandangan mata anak hanya terarah pada gerak, sikap dan gaya megajar guru, tetapi alam pikiranya terarah pada masalah lain yang lebih menarik minat dan perhatiannya.

4. Perbedaan individual yang khas
Setiap individu adalah khas atau unik. Artinya, ia memiliki perbedaan dengan yang lainya. Perbedaan itu bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara merespons atau mempelajari hal baru. Dalam hal belajar, tiap-tiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan, dalam menyerap materi pelajaran.Oleh karena itu, dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk memenuhi tuntutan perbedaan individu. Sedikitnya ada dua aspek yang mempegaruhi perbedaan individual yang khas ini, yaitu :
1.      Otak Sebagai Pusat Belajar
Orak manusia merupakan kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang terdapat di alam semesta. Otak dapat berfungsi aktif dan reaktif selama lebih kurang seratus tahun.Otak inilah yang menjadi pusat belajar sehinga harus dijaga agar tehindar dari keusakan.
Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one brain( dalam De Porter & Hermacki, 2001). Bagian pertama, batang otak, bagian kedua sistemlimbik dan bagian ketiga neokorteks.Batang otak bertanggung jawab atas fungsi motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasa dari pancaindra.Perilaku yang dikembangkan oleh bagian ini adalah untuk mempertahankan hidup.

2.      Karakteristik Cara Belajar
Berdasakan kemmapuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola, dan menyampaikan informasi. Cara belajar individu dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu :
a.       Cara belajar visual
b.      Auditorial
c.       Kinestetik
Pengkategorian ini tidak berarti bahwa individu hanya memiliki salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa inividu memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang seusai dalam belajar, ia dapat dengan mudah menyerap pelajaran.
Adapun ciriciri perlaku dengan karakteristik cara belajar seperti disebutkan di atas, menurut De Porter & Hemacki (2001), adalah sebagai berikut.
a.       Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar visual
Individu yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebgai berikut:
1.      Rapi dan teratur
2.      Berbicara dengan cepat
3.      Mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik
4.      Teliti dan rinci
5.      Mementingkan penampilan
b.      Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar auditorial
c.       Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebgai berikut:
1.      Sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja
2.      Mudah terganggu oleh keributan dan sura berisik
3.      Lebih sengan mendengarkan (dibacakan) daripada membaca
4.      Jika membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras
5.      Lebih suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku humor/komik.
c. karakteristik perilaku individu dengan cara belajar kinestetik
Individu yang memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebgai berikut:
1.      Banyak gerak fisik
2.      Banyak menggunakan bahasa tubuh (nonverbal)
3.      Memiliki perkembangan otot yang baik
4.      Berbicara dengan perlahan
5.      Ingin melakukan segala sesuatu





Daftar Pustaka


Ali, Mohammad.2011.Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Bumi Aksara.
Suhada, Idad. 2012. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Insan Mandiri.
Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung : Remaja Rosdakarya Offset.
Cahyono, Didik. Karakteristik dan Perbedaan Individu.3 Februari 2015.https://areknerut.wordpress.com/2013/10/12/karakteristik-dan-perbedaan-individu/
Karmila, Mila. Individu Sebagai Kesatuan berbagai Karakter.3 Februari 2015.http://kumpulantentangpuisi.blogspot.com/2013/10/individu-sebagai-kesatuan-berbagai.html
Alvian, Fajar. Pengertian Individu, keluarga dan masyarakat. 3 Februari 2015.http://fajar-                      alvian.blogspot.com/2011/10/pengertian-individu-keluarga-dan.html

0 komentar:

Posting Komentar