Jumat, 19 Juni 2015

Laporan Praktikum Buffer


A.    Tujuan Percobaan
Untuk membuktikan dan mengetahui larutan Buffer dari minuman kemasan.

B.     Prinsip Percobaan
pH dapat di pertahankan ketika di tambahkan sedikit asam atau basa.


C.     Kajian Teori
Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.
Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara kedua komponen penyusun ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi.
Komponen Larutan Penyangga
Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:
  • Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini menghasilkan larutan bersifat asam.
  • Basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan bersifat basa.
Komponen larutan penyangga terbagi menjadi:
  • Larutan penyangga yang bersifat asam
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti natriumNa), kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.
  • Larutan penyangga yang bersifat basa
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih.
Cara kerja larutan penyangga
Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik ion H+ maupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Berikut ini cara kerja larutan penyangga:
Larutan penyangga asam
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:
  • Pada penambahan asam
Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk molekul CH3COOH.
CH3COO-(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)
  • Pada penambahan basa
Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH- dari basa itu akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan berkurangnya komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH membentuk ion CH3COO- dan air.
CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)
Larutan penyangga basa
Adapun cara kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan proses sebagai berikut:
  • Pada penambahan asam
Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion OH-. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Disamping itu penambahan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya ion OH-. Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH3 membentuk ion NH4+.
NH3 (aq) + H+(aq) → NH4+ (aq)
  • Pada penambahan basa
Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk komponen basa (NH3) dan air.
NH4+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)


D.    Prosedur Percobaan
1.      Buffer Asam
Percobaan dengan Pulpy Orange
-          Siapkan gelas kimia sebanyak 4 buah
-          Masukan larutan tersebut kedalam gelas kimia masing-masing sebanyak 25ml
-          Ukur pH awal larutan tersebut dengan pH meter
-          Berikan label pada gelas kimia 2 asam dan 2 basa
-          Teteskan laritan HCL 1M sebanyak 3, 7 dan 15 tetes ke dalam gelas kimia yang telah di beri label asam
-          Ukur pH masing-masing dengan pH meter
-          Catat perubahan pH
-          Teteskan larutan NaOH 1M sebanyak 3, 7 dan 15 tetes ke dalam gelas kimia yang telah di beri label basa
-          Aduk dengan batang pengaduk
-          Ukur pH masng-masing dengan pH meter
-          Catat perubahan pH
2.      Buffer Basa
Percobaan dengan You C100
-          Siapkan gelas kimia sebanyak 4 buah
-          Masukan larutan tersebut kedalam gelas kimia masing-masing sebanyak 25ml
-          Ukur pH awal larutan tersebut dengan pH meter
-          Berikan label pada gelas kimia 2 asam dan 2 basa
-          Teteskan laritan HCL 1M sebanyak 3, 7 dan 15 tetes ke dalam gelas kimia yang telah di beri label asam
-          Ukur pH masing-masing dengan pH meter
-          Catat perubahan pH
-          Teteskan larutan NaOH 1M sebanyak 3, 7 dan 15 tetes ke dalam gelas kimia yang telah di beri label basa
-          Aduk dengan batang pengaduk
-          Ukur pH masng-masing dengan pH meter
-          Catat perubahan pH

Alat :
-          Pipet tetes
-          Gelas kimia 25ml 3 buah
-          pH meter
-          Batang pengaduk
Bahan :
-          HCL 1M
-          NaOH 1M
-          Pulpy Orange
-          You C100


E.     Hasil Pengamatan

No.
Percobaan
Perlakuan
pH awal
Pengamatan




HCL 3 tetes
HCL 7 tetes
HCL 15 tetes
NaOH 3 tetes
NaOH 7 tetes
NaOH 15 tetes
1
Pulpy orange
-Siapkan pulpy orange.
-Masukkan kedalam 6 tabung reaksi.
-Beri label 3 tabung HCL dan 3 tabung NaOH.
-Ukur pH awal.
-Masukkan HCL dan NaOH ke 6 tabung reaksi masing-masing 3, 7, dan 15 tetes.
-Ukur kembali pH masing-masing. 
4
4
4
3
11
12
12
2
You C1000
-Siapkan UC1000.
-Masukan ke 6 tabung reaksi masing-masing 5ml.
-Beri label 3 tabung HCL dan 3 tabun NaOH.
-Ukur pH awal.
-Masukkan HCL dan NaOH ke tabung yang telah diberi label HCL dan NaOH masing-masing 3, 7, dan 15 tetes.
-Ukur kembali pH masing-masing.
4
4
4
3
5
10
12
























F.      Diskusi dan Pembahasan
Pada percobaan kali ini kami mengamati larutan buffer pada minuman kemasan. Minuman yang kami uji adalah Pulpy orang dan You C1000.
Percobaan pertama, kami menuangkan larutan atau minuman pulpy orange kedalam 6 tabung reaksi masing-masing 5ml. Kemudian kami mengukur pH awal dengan indikator universal, dan pH awal menunjukan 4.  Sesuai dengan prinsip buffer kami memberikan ke dalam 6 tabung reaksi tersebut dengan asam dan basa kuat. Ukurannya ialah sedikit (3 tetes), banyak (7 tetes), dan berlebih (15 tetes).Hasilnya menunjukan pH yang ditetesi HCL 3 tetes yaitu 4, 7 tetes pH menjadi 4, 15 tetes pH menjadi 3. Kemudian hasil pH setelah di campuri NaOH 1M ialah 3 tetes pH menjadi 11, 7 tetes pH menjai 12, dan 15 tetes pH menjadi 12. Ketika pulpy orange tersebut ditetesi asam kuat itu membuktikan ini merupakan larutan buffer karena ketika ditetesi sedikit asam kuat, larutan dapat mempertahankan pH. Namun ketika ditetesi basa kuat, pHnya berubah drastis. Ini tidak membuktikan buffer. Komponen buffer yang terkandung dalam minuman tersebut adalah asam sitrat dan garamnya.
Percobaan kedua,  kami menuangkan larutan UC100 kedalam tabung reaksi sebanyak 5ml. Perlakuannya sama dengan percobaan awal ditetesi asam dan basa kuatyakni HCL 0,1M dan NaOH 1M dalam ukuran sedikit, banyak, dan berlebih. pH awal adalah 4, setelah ditetesi 3 tetes pH menjadi 4, 7 tetes pH menjadi 4, dan 15 tetes pH menjadi 3. Ini membuktikan minuman tersebut mngandung laritan buffer yakni asam sitrat. Setelah ditetesi NaOH 3 tetes pH menjadi 5, 7 tetes pH menjadi 10, dan 15 tetes pH menjadi 12. Ini tidak menbuktikan larutan buffer. Mengapa percobaan dengan tetesan basa kuat tidak membuktikan larian buffer, karena kepekatan atau molaritas basa kuatnya cukup pekat dibandingkan dengan HCL yang hanya 0,1M. Sehingga ketika ditetesi sedikit basa kuat pH berubah drastis. Percobaan yang kami lakukan tiak sesuai dengan proseder karena alat ( pH meter ) terbatas.
Kapasitas Buffer : Yang biasa disebut indeks buffer atau intensitas buffer tergantung pada jumlah asam, garam, atau basa garam yang terkandung di dalamnya. Sebnarnya penanbahan asam atau basa pada suatu buffer akan mengubah pHnya, namun perubahan itu sangatlah kecil dan dapat di abaikan. Namun jika jumlah asam basa yang ditambahkan semakin banyak maka perubahan pHnya tidak dapat di abaikan lagi. Sehingga akan ada batas dari kapasiatas buffer suatu larutan.


G.    Kesimpulan
Jadi kedua minuman kemasan yang kami uji coba membuktikan larutan buffer karena ketika ditetesi sedikit asam kuat yakni 3 dan 7 tetes pH nya tetap.
Ketika ditetesi basa kuat sedikit pH berubah drastis karena kepekatan basa ( NaOH ) tersebut lebih pekat dari pada HCL, dengan perbandingan 1M dan 0,1M.

H.    Daftar Pustaka
Chang, Raymond.2014.Kimia Dasar 1 Konsep-Konsep Inti. Jakarta.Erlangga.
Keenan,dkk.1980.Kimia Untuk Universitas.Jakarta.Erlangga.

0 komentar:

Posting Komentar