Jumat, 19 Juni 2015

Laporan Praktikum Kesetimbangan


A.    Tujuan Percobaan
Memahami proses kesetimbangan yang terjadi didalam reaksi kimia

B.     Prinsip Percobaan
Prinsip kesetimbangan dapat digunakan dimana kesetimbangan merupakan suatu keadaan konsentrasi semua pereaksi dan produk reaksi tidak lagi berubah. Jika konsentrasi salah satu komponen diperbesar, maka reaksi sistem adalah mengurangi komponen tersebut. Jadi, jika konsentrasi pereaksi diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke kanan dan begitu pula sebaliknya.

C.     Persamaan Reaksi
o   FeCl3(aq) + KSCN(aq)  menjadi  ( FeSCN )Cl2(aq) + KCl(aq) 
o   Fe3+(aq) + SCN-(aq)  menjadi  FeSCN3+  

D.    Kajian Teori
Banyak reaksi-reaksi kimia yang berjalan tidak sempurna artinya reaksi-reaksi tersebut berjalan sampai pada suatu titik dan akhirnya berhenti dengan meninggalkan zat-zat yang tidak bereaksi. Pada temperatur, tekanan dan konsentrasi tertentu, titik pada saat reaksi tersebut berhenti sama. Hubungan antara konsentrasi peraksi dan hasil reaksi tetap. Pada saat ini reaksi dalam keadaan setimbang. Pada saat setimbang, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri. Kesetimbangan disini merupakan kesetimbangan dinamis, bukan kesetimbangan statis. Jadi sebenarnya reaksi masih ada tetapi karena kecepatannya sama, seakan-akan reaksi berhenti. Atas dasar ini dapat dianggap hampir semua reaksi berhenti pada kesetimbangan. Untuk reaksi sempurna, kesetimbangan sangat berat disebelah kanan. (Sukardjo, 1997:220).
Kebanyakan reaksi kimia berlangsung secara reversible (dua arah). Ketika reaksi itu baru mulai, proses reversible hanya berlangsung kearah pembentukan produk, namun ketika molekul produk telah terbentuk maka proses sebaiknya yaitu pembentukan molekul reaktan dari molekul produk mulai berjalan. Kesetimbangan kimia tercapai bila kecepatan reaksi tekanan (molekul produk) telah sama dengan kecepatan reaksi ke kiri (pembentukan molekul reaktan) dan konsentrasi reaktan maupun konsentrasi produk tidak berubah-rubah lagi (konstan). Jadi, kesetimbangan kimia merupakan proses yang dinamis (Purwoko, 2006 : 169).

E.     Prosedur Percobaan
1.      Pembuatan Larutan FeCl3.6H2O 30g
Pertama-tama FeCl3 di masukkan kedalam gelas kimia 100ml. Tambahkan Aquades sebanyak ± 50ml kedalam gelas kimia. Aduk dengan menggunakan Batang Pengaduk. Masukkan kedalam Labu Volumetrik. Tambahkan Aquades hingga batas cincin, dan homogenkan. FeCl3.6H2O(aq) berubah menjadi 100ml.  Kemudian KSCN 15g di masukkan kedalam gelas kimia 100ml. Tambahkan Aquades sebanyak ± 50ml kedalam larutan kimia. Aduk dengan menggunakan Batang Pengaduk. Masukkan kedalam Labu Volumetrik 100ml hingga batas cincin, dan di homogenkan. Larutan KSCN menjadi 100ml.
2.      Mereaksikan Larutan-larutan FeCl3 0,001M 100ml dan KSCN 0,001M 100ml    Pertama-tama FeCl3 0,001M di masukkan kedalam gelas kimia 1. Kemudian KSCN 0,001M kedalam gelas kimia 2. Selanjutnya amati warna kedua larutan tersebut. Campurkan kedua larutan tersebut kedalam gelas kimia 250ml. Lalu amati warna setelah kedua larutan tersebut dicampurkan. Tuangkan larutan tersebut kedalam sebanyak ± 60ml kedalam 3 gelas kimia 100ml.
·         Gelas kimia 1, 2, dan 3
Gelas kimia ke-1 dibiarkan. FeCl3 1M dimasukan kedalam gelas kimia 2 sebanyak 10 tetes. Kemudian KSCN 1M dimasukan kedalam gelas kimia 3 sebanyak 10 tetes. Aduk ke-3 larutan tersebut sampai larutan tetap. Bandingkan gelas kimia 2 dan 3. Gelas kimia 1, 2, dan 3 dengan berbagai warna.

F. Persamaan Reaksi
FeCl3 (aq)  +  KSCN (aq)  menjadi  (FeSCN)Cl2 (aq)  + KCl(aq)

Fe3+ + SCN- (aq)  menjadi  FeSCN3+ (aq)

G. Data Pengamatan
NO
LARUTAN
WARNA LARUTAN
1
Larutan FeCl3  0,001 M
Jingga Pekat
2
Larutan KSCN 0,001 M
Tidak Berwarna
3
Larutan KSCN 0,001 M + FeCl3  0,001 M
Kuning
4
Penambahan KSCN 1 M
Merah Ati ( merah muda)
5
Penambahan FeCl3 1 M
Merah Ati ( merah tua )

Perhitungan FeCl3 (aq)  Dan  KSCN (aq)
V1 . M1 = V2 . M2
         V1 = V2 . M2 / M1
               = 100 ml . 0,001 M / 1 M
               = 0,1 ml


H. Diskusi Dan Pembahasan
Pada percobaan yang telah dilakukan yaitu mengenai kesetimbangan kimia dengan bahan FeCl3 . 6H20 30 gram dan KSCN 15 gram dapat dipahami proses kesetimbangan yang terjadi dalam rekasi kimia. Pertama FeCl3 dan KSCN 1M dibuat menajdi 0,001 M melalui prinsip pengenceran dengan rumus V1.M1 = V2.M2 . Volume yang dibutuhkan untuk pembuatan larutan FeCl3 Dan KSCN 0,001 M aadalah 0,1 ml melalui perhitungan. Setelah pembuatan larutan dengan konsentrasi 0,001 M selesai kedua larutan kemudian dicampurkan dimana warna awal FeCl3 adalah jingga pekat dan KSCN adalah bening. Setelah dicampurkan warnanya menjadi kuning bening, hal ini terjadi karena adanya reaksi antara kedua larutan tersebut dimana reaksinya berlangsung Sebagai berikut :
FeCl3 (aq)  +  KSCN (aq)    menjadi    (FeSCN)Cl2 (aq)  + KCl(aq)
untuk membuktikan asas Le Chatelieur mengenai pengaruh faktor luar terhadap kesetimbangan yang berbunyi “ Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi ) maka sistem tersbut akan mengandakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri / ke kanan. Asas ini dibuktikan dengan menuangkan campuran larutan tersebut ke dalam 3 gelas kimia dengan  ketentuan gelas pertama dijadikan Sebagai pembanding, gelas kedua diteteskan FeCl3 1M 5 tetes dan gelas ke 3 ditetesi KSCN 1 M 5 tetes. Hasilnya terdapat perubahan warna pada gelas kedua dari warna kuning menjadi merah ati dan gelas ketiga dari warna kuning menjadi menjadi merah muda . untuk persamaan reaksi nya berlangsung sebagai berikut.
Fe3+ + SCN- (aq)   menjadi    FeSCN3+ (aq)
pada gelas kimia kedua larutan menjadi merah ati disebabkan ion FeSCN3+ (aq) bertambah sehingga kesetimbanganya bergeser ke kanan. hal ini disebabkan pengaruh konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan dimana gelas kimia 2 dan 3 mengalami penambahan konsentrasi reaktan sehingga kesetimbangan bergeser ke arah produk yang menyebabkan terjadinya peruvahan warna. asas Le chatelieur  terbukti dalam percobaan ini.

I. Kesimpulan
Kesetimbangan dapat dipengaruhi oleh faktor luar seperti suhu, tekanan , konsentrasi . pengaruh ini dikenal dalam suatu asas yakni asas Le Chatelieur yang berbunyi “Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi ) maka sistem tersbut akan mengandakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri / ke kanan.”. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya perubahan warna pada larutan (FeSCN)Cl2 (aq)  + KCl(aq) setelah ditetesi FeCl3 1M Dan KSCN 1M sebanyak 5 tetes yang membuktikan pergeseran kesetimbangan ke arah produk karena penambahan konsentrasi reaktan.

J. Daftar Pustaka
Chang, Raymond. 2014.  Kimia Dasar 1 Konsep Inti . Jakarta : Erlangga.







0 komentar:

Posting Komentar